PolresTorajaUtara.com – Toraja Utara menuju new normal atau tatanan kehidupan baru. Kapolres Toraja Utara, AKBP Yudha Wirajati Kusuma SIK MH mengajak anggotanya melakukan patroli kewilayahan sembari mempererat silaturahmi antara anggota dengan instansi lain.

Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 Wita orang nomor satu di Polres Toraja Utara itu sudah bersiap melakukan patroli. Usai melakukan salat subuh.

Di halaman Rumah Jabatan (rujab) ada sepeda sudah terparkir. Dia pun melakukan packing. Memakai kaos lengan panjang dan celana panjang, mengambil peralatan sepeda. Topi dan kacamata tak lupa dipakainya.

Demikian kesaksian sang ajudan, Briptu Iqbal. Pukul 06.00 Wita ayah dua anak itu bergegas menuju sepeda sambil mengajak ajudannya. “Iqbal, lets go,” katanya mengajak.

Dua anggota Satlantas sudah menunggu di gerbang. Naik motor. Siap melakukan pengaturan jalur rute yang akan dilalui patroli. Pukul 06.30 Wita singgah di kantor BRI. Di sana Kacab BRI, dan Kasi Pidsus Kejari Makale sudah menunggu. Mereka juga join untuk gowes.

Sebelum berangkat suami Mitha itu mendatangi salah satu personel Satlantas Polres Torut. Dia menyapanya. “Pengantin baru on fire pengamanan ya?” kelakar Yudha ke Briptu Jessica Randa Herman.

“Siap komandan,” jawab anggota lantas itu tersenyum tersipu malu. Dia memang baru merayakan pernikahannya. Dan tetap fokus melakukan pengaturan lalu lintas.

Rombongan kapolres melewati jalur protokol yang merupakan jalan provinsi, lalu masuk ke samping polres Jl Singki yang langsung tembus di jembatan alang-alang. Di sana singgah berfoto. Foto itu dikirimkan ke salah satu anggota PJU Polres Toraja Utara.

“Ini ada 30an orang yang ikut gowes. Sekalian patroli wilayah menuju new normal,” ucap mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulsel itu.

Yudha juga menyampaikan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan persiapan untuk kembali membuka fasilitas-fasilitas publik termasuk pariwisata, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Makanya kita cek-cek semua lokasi yang bakal dikunjungi orang. Termasuk temoat-tempat wisata. Mungkin nanti ada simulasi dulu untuk dipasar bagaimana cara jual belinya, pengaturan jaraknya gimana, pembayarannya langsung dipegang atau disiapkan tempat khusus. Ini kan perlu latihan, tidak bisa cepat-cepat,”¬†sebutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *